}

Sabtu, 06 Desember 2014

Cerpen Cinta


Jodoh? Biar Tuhan yang Mengatur

Terdiam membisu diriku saat dia yang aku kagumi meliht ke arahku, rasanya tak percaya wajahnya yang dingin itu bisa melirik diriku yang polos, saat dia melihat ke arah ku dengan pandangan seperti itu aku bertanya pada diriku sendiri apa yang sedang ia cari, apakah dia memerhatiakn diriku atau hanya kebetulan sesaat, moment itu tak berlangsung lama moment itu buyar saat pundaku ditepuk oleh temen sebangku seraya mengajukan pertanyaan “ada PR gak hari ini din?” Tanya mila teman sebangkuku “oh enggak” jawabku agak bingung “oh iya dina besok loe ada acara?” tanyanya kembali padaku, “gak ada sih, emangnya kenapa” tanyaku dengan polos “besok ikut aku aja yuk, kita hangout di café depan, ikut ya, plis..” ajaknya penuh harap “emm.. yaudah deh sekali-kali” jawabku “nah gitu dong, biyar ga terlalu polos, loe ini kudet bgt sih” candanya seiring tertawa “ah apa banget sih” jawabku tak trima sambil ikut tertawa “eh emang bener geh” tambahnya sambil mengejekku, aku memang salah seorang yang polos dan tidak neko-neko, bahkan orang di sekitarku menganggap diriku pendiam karena aku memang  jarang bicara, karna menurutku lebih baik diam karna di balik diam itu sendiri terdapat keanggunan seorang wanita dan sudah menjadi kodratnya wanita untuk mejaga lisannya di hadapn orang banyak apa lagi di hadapan lelaki, banyak orang juga menyebut dirikku wanita yang alim, aku tidak mengerti dengan sebutan itu, mungkin karna  aku rajin beribadah, aku geli sendiri mendengarnya karna ibadah adalah  kewajiban semua ingsang yang beriman jadi kenapa mereka menganggap ini istimewa bukankah itu kewajiban? Dan harus di laksanakan setiap orang, dan yang paling aku heran adalah saat mereka berkata “kok kamu belum pernah pacaran sih?” aku hanya geli tertawa, pacaran? Itu bukan hal yang di ajarkan di agama saya, mungkn terdengar sok alim atau apa tapi saya tidak setuju dengan konsep berpikir orang-orang yang berpacaran hanya demi nafsu sesaat, apa lagi yang hanaya mengejar setatus, itu bukan saya.
Hari itu aku dan mila sudah berada di  depan café yang berada tak jauh dari sekolah kami, suasananya cukup ramai, itu hal yang wajar, dan ada suatu hal yang mengalihkan pandanganku,yaitu seorang pemuda yang berda di dalam café “dina ayo masuk!” panggilnya sambil melihat ke arah ku yang masih bingung “iya,” jawabku sambil berlari. “wah rame banget, gimana nih ga ada tempat duduk” keluh mila “yaudah kita balik aja yuk” pintaku “jangan gitu dong” jawabnya memohon, “Mila!” panggil seseorang yang berada di pojokan café ku lihat ada dua orang pria yang sedang duduk sambil minum segelas minuman, “hey! doni”  jawab mila “sini gabung aja” pinta doni sambil melambaikan tanganya, “iya” jawab mila, doni adalah kakak kelas dan kenalan mila, ya… mila adalah anak yang gaul dan memiliki banyak teman, tanganku pun digandengnya sambil sedikit menarik, dan yang membuat diriku tersentak dan kaku adalah aku menemukan pria yang dari tadi aku perhatikan dn dia adalah seseorang yang aku kagumi dan dia tepat berada di depan ku, rasanya aku ingin teriak saja… aaa… jantungku seperti ingin copot dan nafasku tidak beraturan.” Sini duduk bareng kita aja” pinta doni kepada kami “ iya kak” jawab mila seraya menarik bangku “ayo din duduk juga” pinta pria yang aku kagumi itu “nama kamu dina kan?” tambahnya, “dia tau namaku! Oh tuhan mimpi apa aku semalam?” bisikku dalam hati sambil berkata “Iya kak” “nama saya oji saya sekelas dengan doni” sebutnya sambil memeperkenalkan diri “iya kak” hanya itu jawaban paling maksimal yang bisa aku berikan, “udah pada pesen makanan?” Tanya doni ramah kepada kami “belum, ini mau mesen” jawab mila sambil  berdiri dan bertanya ”mau makan apa loe din” “samain  aja” jawab ku singkat jujur saja aku sedikit gemetar, mila berjalan menuju bar “guy’s gue pergi dulu ya ke kamar kecil ada acara bentar nih” canda doni sambil pergi meninggalkan kami berdua ya berdua, hatiku semakin tak terkontrol raut wajahku mulai membisu kali ini aku benar-benar ingin teriak, suasana menjadi hening dan kami tidak sengaja saling pandang aku memang kagum pada dirinya dan aku selalu memperhaikannya setiap bertemu denganya, iya tapi tidak pernah sedekat ini, kulihat matanya sayu bola matanya berbinar terkena sorotan cahaya rahangnya tegas membentuk garis yang kuat belum lagi hidungnya yang mancung dengan bibir merha muda yang maskulin menunjukan bahwa ia tidak merokok, kulihat gaya rambutnya yang sangat interest bagian tepi kanan dan kirinya di buat tipis dan sisanya ia sisir ke belakang, sungguh penampilan yang menarik tubuhnya yang jangkun membuat diriku agak sedikit mendengak ke atas saat melihatnya belum lagi pundaknya yang datar membuat dia tampil sangat menawan, “kenapa” tanyanya padaku”apanya yang kenapa” jawabku terbatah batah “bengon aja dari tadi ada yang dipikirin ya?” Tanyanya sambil melontarkan senyum manis kehadapanku, “sungguh menwan” pikirku “gak papa kok” jawabku, aku mulai gelisah dan tak nyaman lalu aku berdiri dan menoleh kearah bar “mau ke mana?” tanyanya “mau nyusul mila” jawabku sambil menoleh ke arahnya “bentar lagi juga dateng, tuh liat dia dateng” sambil mnenujuk mila, akhirnya datang juga hampir aja aku mati karna kagum pikirku seraya tertawa geli. Kami melanjutkn obrolan dan sampi lah di penghujung acara “balik yuk udah sore nih” ajak ku sambil melihat jam di handphone “iya yuk” balas mila “kita juga mau balik nih” pinta doni “yaudah gue bayar dulu ya” mila jalan duluan meningalkan aku yang menikuti dibalkangnya lalu oji menghampiriku dan berkata ”boleh minta pin BB kamu gak?”  Tanyanya penuh harap “boleh” jawabku sambil memberikannya, yang ada dalam pikiranku sekarang adalah untuk apa dia minta pinku oh tuhan aku jadi melayang.
Setelah kejadian di café oji sering berhubungan denganku melalui BBM hal yang sangat menarik , dia selalu memulai topik pembicaraan, dari mengomentari DPku atau hanya Tanya kabar semata, dia menunjukan sikap perhatian yang tak biasa, aku belum tau apakah itu suatu tanda persahabtan darinya atau, aku jug atidak tau atau apa, yang tepenting hal itu membuat hari-hariku menjadi tamabh indah. Tapi yang membuat aku bingung adalah kenapa rasa kagumku saat ini berubah, aku tidak tau kenapa rasa kagum ku dulu sekarang menjadi rasaa nyaman dan selalu ingin berada didekatnya aku menjadi tambah bingung oh tuhan ada apa ini apa ini yang mereka sebut cinta? Jujur saja ini sangat rumit. Dan setiap diriku bertemu denganya selalu saja ia memandangiku dengan pandangan  yang penuh arti dan penuh harap aku juga selalu memandanginya, seperti eye to eye, ini hal gila yang sangat menarik.
Hari ini grimis dan suasana mendung tanpa hangatnya sinar matahari, aku berda dalam kelas dengan beberap temanku, jam sekolah memang telah uasi tapi karena banyak tugas yang di berikan dari guru kami memutuskan untuk mengerjakannya bersama, tugas telah usai kami memutuskan untuk pulang, kulihat ada beberapa orang di lapangan sekolah yang kebetulan jalan kami untuk pulang, lalu kulihat ada seseorang yang sangat ku kenal sedang membawa bunga  dan gitar, ya itu oji aku kaget bukan kepalang dan dia mulai mendekati ku, sedikit demi sedikit langkahnya mulai mendekat dan sampainya dia di depanku , sekarang aku benar-benar ingin teriak dan pingsan, dia maju beberapa langkah dan mulai memainkan gitarnya lalu ia bernyanyi “girl your heart girl your smile is so different from another I say you the only that…..” suara gitarnya yang nyaring dan suaranya yang indah membuat hati ini menjadi luluh, tuhan ini sempurna, lalu dia muali maju beberapa langkah dan membawa bunga yang tadi di pegangnya, dan saat dia berada tepat di depanku ia mulai berlutut sambil mengacungkan bunga di hadapanku lalu ia mulai berkata “entah ini sebuah kebetulan atau memang sudah menjadi suartan, aku tidak tau apakah benar kisah cinta antara rome Juliet yang selalu penuh perjuangan, tapi terlepas dari itu sekarang adalah giliranku untuk mempejuangkan cintaku, ya! cintaku kepada ciptaan tuhan yang sangat  sempurna dengan segala keindahan dari dalam dirinya, aku sempat berpikir oh tuhan apakah pilihanku benar? Karna aku memilih wanita yang sangat sempurna yang bahkan untuk berhayal mendapatkanya pun terasa tak mungkin, tapi, dirimu sudah menjadi opsesiku sejak dulu, jadi, maukah kamu menjadi pelengkap hidupku yang masih hampa ini?” kata-katanay sungguh mengguncangkan hatiku, lalu aku bernafas sejenak dan mulai berfikir untuk mengambil keputusan, lalu aku ikut berlutut dihadapanya dengan penuh usaha aku membranikan diri untuk menatap matanya, sambil duduk bersipu aku berkata “meras dekat dengan kakak memang membuat diriku nyaman, tapi, apakah semua ini benar, jujur ku akui aku memendam rasa kagum kepada kakak, tap apakah cinta harus memiliki?” jawabku yang membaut air mataku jatuh di pipiku membasahi wajah polosku yang sangat tegang, “jadi jwabanya?” Tanya oji dengan perasaan penuh harap “maaf kak aku tidak bisa” jawabku singkat yang membuatnya tersentak, “tapi kenapa” tanyanya lagi “manusia dilahirkan saling berpasangan, dan semua pasangan itu sudah di atur oleh tuhan, dan yang aku mau adalah biarkan tuhan yang mengatur jodohku, dan aku tidak mau diriku yang mengatur hal tersebut hanya karna kehendak diriku, aku tidak ingin menjadi hamba-Nya yang egois biar semua mengalir apa adanya dan jika kita ditakdirkan berjodoh aku yakin suatu saat kita akan dipersatukan lagi dan biarlah tuhan yang mengaturnya” dan kata-kata itu membuat diriku bangkit dan mulai beranjak, lalu ditariknya tanganku dan ia berkata “kalau itu keputusan yang paling membuatmu nyaman baiklah, aku akan menghargainya, tapi hal yang harus kamu tau adalah aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun” sungguh menyentuh “jngan begitu, aku yakin kakak pasti akan mendapat yang lebih baik dari aku, maaf karna aku terlalu bodoh dalam urusan cinta” kataku sambil berlari meninggalkanya. Menurutku itu keputusan yang bijak, yah mungkin aku menyi-nyiakan kesempatan tapi itu adalah pilihaan yang paling baik bagiku,
Setelah hari itu aku tidak pernah bertemu lagi dengannya, ada yang bilang oji telah pinadah sekolah karna mengikuti orang tuanya, tapi walau begitu aku jadi merasa bersalah. Tapi aku yakin kalau dia adalah jodohku pasti tuhan akan memberikan jalan untuk membuat kita bersama.

Kamis, 04 Desember 2014

Pandangan Tentang Impian

Mimpi,
saya adalah seorang pemimpi dan saya tidak takut hal tersbeut, tapi yang paling saya benci adalah mimpi itu sendiri. yah, saya benci mimpi, angan-angan, impian atau lain sebagainya. Mengapa? menurut saya sepahit-pahitnya kenyataan yang anda rasakan itu lebih indah daripada mimpi yang hanya anda lihat dan bayangkan dari alam bawah sadar. benarkan? mimpi itu bukan hal yang baik hanya mndidik kita untuk terus bermain dalam angan yang tidak membawa kenyataan damal kerja keras, mungkin anda tidak setuju, tapi hal ini benar, dan lebih baik jatuh di kenyataan yang sebenarnya daripada jatuh karna melambungnya angan yang tak terbendung atau yang disebut impian, anda pilih mana tetap menjadi seorang pemimpi yang aktif atau pemimpi yang original, benar atau salah pendapat saya, itu  tergantung pada diri anda sendir, ada sebuah cerita, suatu massa ada seorang anak yang menyimpan semua impian cita-cita dan keinginanya di sebuah kotak, lalu ia menutupnya lalu hari berikutnya ia membukanya dan berharap semua yang ia harapkan menjadi kenyataan, tapi saat dia buka kotak itu tidak berubah, masih belum menjadi apa-apa lalu ia buka kemabali di hari berikutnya dan terus tiap hari lalu tiap bulan dan tiap tahun, lalu akhirnya ia menyerah dan menarik kesimpulan, "Mimpi hanyalah mimpi tak mungkin jadi kenyataan jika anda tidak mau merubahnya atau berusaha untuk menggapainya" lalu masihkah anda mau menjadi pemimpi yang tetap diam dan hanya berharap mimpinya menjadi nyata?

First..

First,yeah pertama, apa yang anda pikirkan tentang hal-hal yang dilakukan pertama?

mungkin di awali dengan perkenalan, nama saya Bangun Adi Wijaya saya anak ketiga dari tiga bersaudara, lahir di Lampung tepatnya di Pringsewu, Gadingrejo. umur saya masih muda, masih dikisaran belasan tahun, sekarang saya mengenyam pendidikan di bangku SMA, saya bersyukur dilahirkan di indonesia sebagai muslim, saya memiliki hobi menggambar, atau sesuatu yang berhubungan dengan sastra, yah saya suka dengan hal-hal yang berbau seni, saya seorang yang memiliki cita-cita yang tinggi, entah mengapa hal tersebut menjadi acuan pada saat saya mulai berhenti dan mulai menyerah, saya buka orag yang sabar, bukan juga orang yang peduli akan sekitar, karna menurut saya life fresh is without care,itu hal yang saya katakan jika banyak masalah di sekitar saya, salah atau benar hal tersebut saya tidak peduli, mungkin hal tersebut bertentangan dengan idiologi banyak orang, tapi apa mau dikata it's me, you mine?